Senin, 14 Desember 2015

LIGHT NOVEL WAR : JESSIE RHAPSODY

Part 5 :

CINTA x CINCIN x CEMBURU



Novel ini adalah sekuel cerita WAR, dimana Jessie Rhapsody, adik dari GOD 2 dan juga koki dari WAR Team sedang menunggu kepulangan dari sahabat, kapten, juga orang yang disukainya, Franky Lubbert.  Namun, bukan wanita bila tak membawa perasaannya (baper, red.) dalam setiap kegiatannya.



Friday, December 1st 0004
Haah… Sudah lama sekali ya kita tidak piknik seperti ini”, kata Shina sambil meregangkan tubuhnya.
Iya, yah…”, Cae mengiyakan lalu melihat kearah Dorothy.  “Santai sedikit lah… Tidak usah bersih-bersih terus!”, kata Cae pada Dorothy yang sedang menyapu.
Kebiasaan Kak”.  Dorothy menaruh sapunya lalu ikut berkumpul bersama wanita-wanita itu.  Mereka sedang berlibur bersama, dan tanpa pria.
Ayo makan girls! Masakan siap”, Jessie datang membawa banyak makanan.
Nikmat seperti biasa, Kak”, kata Dorothy sambil tersenyum.
Habis makan kita mandi bareng di Sungai Peaceful, yuk!”, ajak Shina.  “Waah… bisa ngobrol sambil mandi nih… Mantap ‘kan Jessie?” Shina tiba-tiba memeluk Jessie. Jessie merasa agak rishi.

Friday, December 1st 0004
Kyaa! Dingin!”, teriak Shina.
Suhu ini cocok… untuk latihan”, timpal Cae dengan sikap meditasi.
Yah… dia mulai lagi deh.. Ayo kita geser saja”, kata Shina menarik tangan Jessie.
Wah, kakak latihan untuk tes masuk tahun depan, ya?”, tanya Dorothy.  Namun Cae sudah tidak menjawab lagi.
Hei, Shina. Kau sebenarnya mau bicara apa sih sama aku?”, tanya Jessie dengan wajah sinis.
Wah… ketahuan yaa…”, Shina nyengir sambil garuk-garuk kepala.
Ya habis sifatmu padaku aneh bangeet.  Jadi apa nih?”, Jessie bertanya balik.
Jadi..”, Shina mulai bercerita, “Kemaarin aku melihat Franky.  Sepertinya dia habis berlatih dari luar pulau.”
Oalah… Franky yahSudah enam bulan lebih aku tak bertemu dengan dia.”
Yang lebih menariknya setelah itu!”.  Jessie mulai terpancing.  Ia mulai menunjukkan wajah penasaran.  “Di jari manis tangan kanannya ada cincin!!!”
Wajah Jessie berubah.  Ia tersenyum perlahan dan menghadap Shina.  “Terus kenapa?”
Jessie, kau teman baikku.  Sudah tiga tahun kita berjalan bersama-sama dan tak terasa kita yang dulu remaja kini sudah memasuki usia nikah.  Bagaimana perasaanmu terhadap dia aku tidak tahu. Yang pasti kalian lebih dari sekedar teman biasa kan?”
Shina, dia temanku sejak kecil. Sejak dia belum kuat seperti sekarang dan di-bully oleh Robert, aku yang selalu membelanya.  Aku juga sering membuatkan bekal untuknya.  Aku memang suka sama dia, namun aku lebih suka lagi kalau dia bahagia.”
Shina memeluk Jessie dan memberi semangat.  “Kau kuat!”

Friday, December 1st 0004
Malam hari...  Jessie masih terngiang-ngiang akan ucapan Shina.  Apa yang terjadi bila Franky sudah tunangan? Atau malah, menikah?  Sambil mencoba untuk terus merajut, Jessie menatap ke luar jendela.  Setetes air mata jatuh membasahi roknya.
Sungguh pilu yang tak tertahankan.  Pria yang lebih muda dua bulan darinya itu sudah menjadi "orang besar".  Enam bulan yang lalu, ia meninggalkan WAR Island demi satu tujuan, kedamaian dunia.  Ia meninggalkan wanita yang mencintainya.  Dan wanita itu, yang selalu menantinya, malah dia kejutkan dengan 'bumbu-bumbu' yang menyertai kepulangannya.
"Hoi, cewek! Kenapa menangis?" Suara itu membuat Jessie tersadar dari lamunannya.  Suara itu, yang berasal dari luar jendela, sangat familiar.  Wajah yang terbalik yang muncul dari jendela itu juga sangat dikenalnya.  Ya, itu Franky Lubbert.
"Franky!?", kata Jessie sambil menyeka air matanya.  Ia tak mau tampak galau di hadapan pria yang dicintainya itu.  Ia menatap tangan kanan, ke arah jari manis pria itu...  Dan ada! Cincin emas tanpa hiasan yang pernah dibicarakan oleh sahabatnya tadi siang.  Ia menunduk.
"Yoo... Jessie, sudah lama tak ketemu ya!", Franky meloncat masuk ke dalam rumahbmelalui jendela.
"Buat apa kamu kesini?", tanya Jessie dengan nada bergetar. Ia menahan tangisnya.
"Loh... kok kamu sinis begitu? Tentu saja untuk menemui kamu, sahabat terbaikku!", kata Franky menepuk bahu Jessie.
"Sahabat!?", tanggap Jessie lirih.
"Kamu kenapa Jessie? Kamu agak sedikit aneh...", kata Franky sambil menarik tangan Jessie.  Dada Jessie seakan ingin meledak.  Tak tahan, tangan kanan Jessie mendarat di pipi kanan Franky.  Franky terbelalak, sementara Jessie berurai air mata.
" Kamu..."
"Franky... aku sudah dengar dari Shina. Kemarin kau pulang. Dan ada cincin melingkar di jarimu."
"Oh... cincin ini..."
"Aku senang kamu bahagia".  Jessie tersenyum.  Namun tampak jelas senyumannya itu dipaksakan.
"Kamu tampaknya salah paham".  Sekali lagi Franky menarik tangan Jessie.  Namun, Jessie melepaskan genggaman Franky dan dia melangkah pergi.
"Jessie!", teriak Franky.  Entah karena kaget atau masih peduli, Jessie menghentikan langkahnya.
"Jessie, aku mau mengajakmu ke taman ria di Tebberah Sea yang baru dibangun.  Katanya indah sekali", ajak Franky.
"Apa? Kencan maksudmu?", jawab Jessie dengan nada sinis.
"Ya semacam itu lah", senyum Franky.  Senyumnitu membuat Jessie luluh.
"Jadi bagaimana?", kata Jessie malu-malu mau. Wajahnya merah padam, karena malu.
" Waaah... serius?".  Jessie memalingkan muka.  "Baik! Kutunggu di pelabuhan besok jam 9 pagi ya!", tambah Franky bersemangat, lalu ia pergi dengan melocat keluar dari jendela.  Jessie terkulai lemas.

Saturday, December 2nd 0004
Sudah jam 10 nih… Dia serius atau ‘gak nih?”
Ayo Jessie! Mau berangkat nganter barang nih!”, kata Victor dari ruang nahkoda.
Jangan-jangan…”, Jessie mulai berasumsi.  Bagaimana kalau Franky mengajak orang lain? Bagaimana kalau orang lain itu istrinya? AH! TIDAK!
Jessie! Jessie!”, teriak Franky sambil berlari.  “Maafkan keterlambatanku. Tadi cincin ini tertinggal.”  Cincin lagi, cincin lagi! Semakin panas saja kuping Jessie.
Mungkin aku yang terlalu berharap”.  Air muka Jessie menunjukkan kekecewaan. Ia sudah mendandani rambutnya, memakai baju terbaiknya… Tapi Franky? Masih dengan kemeja kusamnya! Jubah yang kemarin dijahitnya, yang mau diberikan kepada Franky – tadinya – dimasukkan ke posisi lebih dalam lagi di tas pink-nya itu.
Ayo! Sudah dramanya! Kita lanjutkan di atas kapal saja ya”, ajak Victor.  Mereka pun menurut dan naik ke kapal pengangkut barang itu.

Saturday, December 2nd 0004
Ulp… Huek!”
Hei Franky… kamu kenapa?”
Aku… mabuk… la… HUEK!”
Ya, Franky memang mabuk laut.  Jessie pun tahu itu.
Kau tak berubah, meski sudah jadi penyelamat dunia.”  Kata Jessie pada Franky yang terbaring lemas di pahanya. Ia mengusap kepala Franky perlahan agar merasa nyaman.
Hati tidak bisa menipu.  Meski pria itu – tampaknya sudah memiliki hati di tempat lain, namun, rasa sayang itu tak bisa diubah.  Pria yang sepuluh tahun lebih mengisi relung hatinya, adalah cinta pertamanya.  Dan ia berharap, jadi cinta terakhirnya.
Makasih Jessie”, jawab Franky dengan suara lemas.  Jessie membalasnya dengan senyuman.
Tenangkan dirimu. Tidurlah. Nanti kalau kau muntah, gaun mahal ini ternoda…”, kata Jessie agak bercanda, namun dengan muka jutek.

Saturday, December 2nd 0004
Yeay! Sudah sampai!”, ujar Franky.  Sudah lega ia sekarang.
Nanti malam kujemput lagi ya. Selamat berkencan!!”, kata Victor, sembari mengemudikan kapal dan pergi dari tempat itu.
Nah kita mau ngapain”, kata Jessie pada Franky, masih dengan tatapan sinis.
Nih… aku sudah menyiapkannya”.  Franky mengeluarkan catatannya.  Panjang dan digulung, persis tisu toilet.  “Kita naik Jet Coaster!”
He..Hei… dulu saja kau masih ngompol naik itu loh. Emang sekarang sudah kuat?”, kata Jessie ragu.
Kau meragukanku hah!? Melawan GOD... Tidak... Bahkan menyelamatkan dunia saja aku mampu, apalagi cuma... Jet Coaster? Hahaha!” Franky tertawa sombong. Merasa sudah jago ia.
Pegang ucapanmu ya. Jangan seperti sepuluh tahun lalu.” kata Jessie sinis.


Saturday, December 2nd 0004
Ugh... Kok tidak seperti yang kubayangkan...” Franky berlutut menghadap tong sampah. Ya, dia mual.
Hei Franky! Ayo sini! Kita belum lihat-lihat bagian sini nih!” Jessie tampak mulai gembira dan bersemangat. Ia tampaknya sudah lupa perasaan gundahnya di awal kencan ini.
Ulp... Hh...”
Hei, hei... Tuan penyelamat dunia... Kok terkulai lemas? Katanya kuat.” Jessie meledek Franky sembari berkacak pinggang.
Sudah tujuh wahana mereka naiki. Tapi semuanya tidak membuat Franky berbahagia. Jessie yang bersemangat. Franky? Ia pura-pura kuat dan bahagia selama Jessie senang. Jessie pun tampaknya tahu kebiasaan teman masa kecilnya itu. Makanya ia hanya diam saja, tersenyum, dan menghargai usaha Franky untuk tetap menemaninya.
Kita istirahat sebentar ya Jessie...” kata Franky kelelahan menyandar pada dinding akuarium.
Ya sudah, aku mau lihat-lihat ikan disebelah sana. Kamu tunggu saja disini jangan kemana-mana” Jessie pun pergi meninggalkan Franky.
Tak jauh dari tempat mereka, ada dua orang yang terus mengintai mereka sejak mereka tiba. Satu orang bertopeng dan temannya yang berambut putih. Mereka bersembunyi, seperti pengintai.
Huuh! Coba kalau si bodoh itu gak sok kuat dan biasa saja ngajak kencannya... Yah tapi... Itulah sisi 'menariknya'. Franky memang begitu sih orangnya. Hahaha…”
Jessie mengenang kala ia pertama kali ke taman bermain.  Kala itu ia duduk di kelas 4 SD.  Daalam acara rekreasi bersama sekolahnya itu, dia selalu bermain bersama Franky, disamping teman-teman wanitanya.  SAMA PERSIS! Jessie bersemangat dan Franky duduk menahan mual.
Walaupun sudah jadi pahlawa dunia, Franky tetaplah tidak berubah. Tetap Franky yang lemah”, kata Jessie seraya tertawa kecil.
--- tiba-tiba ---
Sini! Duitnya kurang tahu”, teriak seorang pria.
Uh…” Seorang pria menyerahkan uangnya.
Tapi kami tak hanya mau uangmu. Kami juga mau cincin itu!”, teriak pria yang lain.
Uh…”
Jessie penasaran akan apa yang terjadi.  Ia mendekati sumber suara itu dan melihat… Ternya pria yang dimintai uang itu tak lain dan tak bukan adalah Franky Lubbert! Dua orang pemalak itu adalah orang yang sempat ditemuinya di loraong.  Rupanya, kencan mereka selama ini telah diintai oleh mereka, yang merupakan pemburu hadiah itu.
Datanglah pria bertopeng, salah satu dari kawanan pemburu hadiah itu, menghampiri Franky.
Ternyata kau hanya segini, Franky! Haha”, kata pemburu  sambil menghunuskan pedang.  Franky tak bergerak.
Tiba-tiba Jessie melompat dan menyambit kedua pemburu itu.  Jessie membawanya ke tempat lain untuk bertempur.
Jessie!”, kata Franky.  Wajahnya cemas.  Juga lemas.
Tenang Franky. Aku akan segera selesaikan ini. Lalu kita lanjutkan kencan kita.”, kata Jessie sambil beranjak pergi.  Ia tak ingin menghancurkan tempat indah ini.  Ia juga tak ingin menghancurkan rencana indah Franky.
Hei... itu Franky Lubbert pembunuh dewa, ‘kan?”, kata seorang pengunjung.
Iya… dan wanita itu Jessie dari WAR ‘kan? Kenapa mereka ada di sini?”, tanya pengunjung lain.
Tapi Franky dikalahkan semudah ini? Apa yang terjadi?”, kata pengunjung lain terheran-heran.

Saturday, December 2nd 0004
Untuk apa kau membawa kami kesini?”
Kau mau sok pahlawan dengan mengalahkan kami?”
Aku hanya tak mau menodai tangan Franky dengan darah di hari yang sakral ini,” kata Jessie.
Apa maksudmu? Hari sakral?” tanya pria bertopeng.
Kau akan tahu.”  Jessie lalu bergerak secepat kilat ke belakang pria yang satu lagi, yang rambutnya putih urakan.
MATILAH!” Romans War Armor – Gladiator’
Sebilah pedang berukuran besar dari Jessie akan menghunus punggung pria yang kuru situ… DAAAN!!...
TRAANG! Terdengar bunyi dua pedang beradu.
Itu… Myxokuto?,” tanya Jessie dengan wajah heran.
Benar.”  Ternyata pria bertopeng itu adalah Bankai Myxokuto pria itu.  “Perkenalkan. Namaku Crows MarKencith. Dan ini adalah bankai-ku, Phantom.
Opera? Sepertinya kemampuannya biasa,” kata Jessie dengan nada meremehkan.
Kau akan diam setelah melihat shikai-ku!” SHIKAI – Opera’
Sebuah musik diputarkan.  Musik yang membahana.  Jessie perlahan berlutut.  Ia gemetar, lalu menangis tanpa henti.
Itulah kemampuan shikai-ku. Semua yang melihat shikai-ku akan menangis. Shikai-ku makin kuat pada dua syarat. Yaitu pada hari Sabtu dan ketika orang yang melihatnya sedang focus diatas 25%.”
Hiks… Apaan tuh… fokus diatas 25%,” kata Jessie tersedu-sedu menahan kekuatan shikai Crows.
Ketika bertarung, semua orang meningkatkan kinerja otaknya dan fokus 100%. Minimal focus diatas 50%,” kata Crows menjelaskan.
Fokusku… hanya Franky…”
Itu saja sudah disebut fokus!” Crows maju menyerang sambil menyandang myxokuto-nya. ZRASH. Jessie tertebas di bagian wajahnya.
Sial…” kata Jessie sambil memegang lukanya.  Masih berlinang air mata.
Tunggu dulu!  Ketika Crows menyerang, air mata Jessie berhenti mengalir.  Artinya, shikai Crows hanya berlaku ketika tidak sedang menyerang.
Aha! Aku paham myxokuto-mu,” kata Jessie tertawa.
SHIKAI’  Crows melepaskan shikai-nya. Jessie mulai menangis.  Tapi, Jessie tetap maju menuju arah Crows. Ia mulai melancarkan serangan.
TRANG!  Pedang beradu kembali.  Dan benar! Jessie berhenti menangis. “Kemenangan di tanganku!” kata Jessie.
BA..BANKAI!’  Crows mulai berteriak panik.
“Kau akan dihukum oleh tujuh bintang.” 'GOD ARMOR – SEVEN STAR SWORD' dan … DUARR... Crow kalah.
Hah... Gaunku jadi kotor nih...,” kata Jessie seraya menepuk gaunnya 'tuk menghilangkan debu. Ia merasa cukup lelah di pertarungan ini – karena ia terus menangis.
Memang pantas.. hh.. kau dicintai Franky,” kata Crows yang sudah terkapar berlumur darah.
Jessie lantas teringat. Franky 'kan sebenarnya sudah bertunangan? Kenapa ia masih mau bertarung bagi Franky? Atau... kenapa masih mau berkencan dengan Franky? Ah... tentu semua sudah tahu alasannya.
Aku kalah,” kata Crows sambil mengembalikan uang dan cincin yang dirampas dari Franky. “Lanjutkanlah kencan kalian.”
Maka terbelalaklah mata Jessie melihat cincin itu. Bukan karena cincin itu adalah cincin yang mahal. Namun karena ukiran yang terdapat pada permukaan belakang cincin tersebut.
Terima kasih,” kata Jessie pada Crows. Lalu ia berlari kecil kembali ke tempat Franky. Ia ingin menjelaskan semua rasa gundah gulana yang semalaman ini mengganjal di hatinya.


Saturday, December 2nd 0004
Hai, Jessie! Bagaimana hasilnya?”
Menang dong!” kata Jessie sambil mengacungkan jari membentuk V dari 'Victory'.
Seluruh pengunjung yang ada disitu bersorak gembira.
Franky... aku mau bicara” Jessie merogoh tasnya dan mengambil cincin Franky.
Ah... kamu mengambilnya, ya? Makasih Jessie.” Franky tersenyum manis. Dia mengambil cincinnya dan menggenggam tangan Jessie lembut.
Tulisan di balik cincin itu...”, tanya Jessie malu-malu.
F to J... Kau sudah melihatnya?” Franky terkejut. Jessie mengangguk pelan.
Franky merogoh sakunya. Ia menunjukkan kotak merah. Ia buka dan memperlihatkan isinya kepada Jessie. Ternyata isinya adalah cincin yang sama, dengan ukiran “J to F”.
Franky...,” kata Jessie dengan wajah memerah.
Terimalah. Ini buatmu...” kata Franky sambil berlutut. Sungguh romantis. Semua pengunjung tersipu.
Tapi Franky... kalau J itu aku, harusnya aku dapat cincin yang 'F to J'... Franky to Jessie,” kata Jessie tersenyum.
AAH!!” Bagai tersambar petir, Franky langsung terjatuh. Ia lemas. Banyak kesalaan yang sudah ia buat dalam kencan kali ini. Dan kali ini, penutupnya sungguh buruk.
Maaf Jessie...”
Hmm?”
Aku gagal. Semua berantakan.” kata Franky mengeluarkan 'gulungan tisu toiletnya'.
Dalam permainan aku memalukan. Mual terus. Juga dalam memberi kejutan padamu...”, kata Franky lirih.
Kemarin aku berniat mengejutkanmu dengan kepulanganku yang tiba-tiba. Tapi, kamu sepertinya tidak suka. Kencan hari ini juga sudah kubuat untuk melamarmu.” Franky mulai menangis.
Melamar?” tanya Jessie lagi.
Iya. Kemarin, aku bersama kak Lucy membeli cincin untuk kamu dan aku. Karena aku orangnya agak kikuk, aku memasang duluan cincinku. Yang punyamu kusimpan. Cincin untuk pernikahan kita.”
Jessie tertegun. Ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Rupanya ia selama ini salah sangka. Franky memang mencintai seorang wanita. Dan itu adalah dirinya, teman lamanya, dan juga cinta pertamanya. Perasaan itu tetap sama dan tak berubah. Mereka berdua, dari dulu hingga sekarang, saling mencinta.
Jessie... aku mencintaimu. Aku rasa sekarang saatnya. Maukah kamu hidup bersamaku sampai akhir hidupku?” kata Franky pada Jessie.
Hahaha...” Jessie tertawa.
Eh... tidak mau ya?” Franky terbelalak.
Jessie menunduk. Ia mengeluarkan jubah – yang kemarin dirajutnya – dari tasnya. Ia lalu mengalungkannya di leher Franky.
Jessie...” Franky menggenggam erat jubahnya.
Kau memang kikuk. Kau memang kurang pintar meski kau adalah seorang penyelamat dunia,” kat Jessie pada Franky. Franky tertunduk lesu.
Tapi, maka dari itu, kau butuh wanita yang bisa menutupi segala kelemahanmu itu. Dan aku rasa, kita bisa hidup saling melengkapi,” kata Jessie memegang kening Franky.
Franky sumringah. “Jadi...?”
Ya, aku mau menemani hidupmu” kata Jessie tersenyum manis.
Semua pengunjung meneriakkan nama mereka berdua. Mereka benar-benar pasangan yang serasi.
He... Berarti secepatnya bisa kita lakukan ya pesta pernikaha kita.” kata Franky sambil kedua tangannya memegang pipi Jessie.
Hentikan Franky... Ini di depan umum. Malu.” kata Jessie dengan wajah memerah.
Semua pengunjung bersorak. Suasana riuh rendah terjadi di akuarium itu. Tak sedikit yang mengabadikan momen itu melalui Visual Pact.
Cium! Cium!...” teriak pengunjung kepada mereka.
Aku menyukaimu Jessie.”
Aku juga, Franky”
Dan...
Sejenak situasi hening sesaat akibat dua insan ini.
Petualangan cinta mereka sudah dimulai sejak mereka duduk di bangku kelas dua Sekolah Dasar. Hari itu, ketika Jessie baru pindah sekolah ketika ditinggal Mia yang menjadi dewa, disambut ramah oleh Franky. Dan lika-liku kisah cinta mereka selama sepuluh tahun ini 'dituntaskan melalui sebuah ciuman di bibir...


Sunday, December 24th 0004
Maaf ya Jessie... Sudah memberi info yang tidak-tidak...” kata Shina menunjukkan gesture penyesalan.
Tidak apa. Setidaknya kami jadi sedekat ini.”
Nah! Sudah siap rambutnya. Lihatlah di cermin. Kau jadi secantik ini.” kata Shina menyelesaikan pekerjaannya.
Makasih bebs. Hari ini kan spesial...” Jessie mengedipkan matanya. Shina menepuk bahu sahabatnya. “Sukses, girl!


Sunday, December 24th 0004
Air terjun Peaceful dipenuhi banyak orang. Wajah-wajah seperti Let, Jack, Lucy, Jacques serta Alice muncul pada hari yang berbahagia itu.
Jessie Rhapsody, apakah kamu mmau menerima Franky Lubbert sebagai pasangan hidupmu, dalam suka maupun duka, susah maupun senang, hingga maut memisahkan kalian?”
Jessie menatap Franky dihadapannya. Sebelumnya, pria yang tampak gagah dengan jas dan jubahnya itu sudah mengucapkan janji setianya. Dan sekarang, tibalah giliran mempelai wanita mengucapkan janji yang sama.
Ya, saya bersedia.”
Maka sekarang, kalian berdua telah resmi menjadi suami istri.”
Lihat Jessie!” Franky menunjuk ke atas.
Ya... salju mengiringi pernikahan kita.” Jessie tersenyum dan menggandeng suaminya itu.